01 Maret 2009

Google Ocean Berhasil Menemukan Petunjuk Baru Kota Atlantis


TEKNOLOGI Google Ocean yang merupakan bagian dari Google Earth temukan petunjuk baru bagi misteri kota bawah laut Atlantis. Sebuah pola menyerupai pola sebuah kota berhasil ditemukan di dasar laut dekat kepulauan Canary, Samudera Atlantik, dan menjadi petunjuk terbaru bagi misteri Atlantis.

Para peneliti yang kerap memburu misteri kota bawah laut Atlantis, tampaknya dapat sedikit tersenyum lega sekarang. Hal ini dikarenakan kegiatan penelitian mereka kini menjadi lebih mudah dengan memanfaatkan Google Ocean.

Hingga hari ini belum ada satu pun penelitian yang berhasil membuktikan keberadaan kota raksasa bawah air tersebut. Namun, misteri keberadaan Atlantis tetap membuat para peneliti berusaha ‘mengupdate’ informasi terbaru seputar keberadaan Atlantis.

Kini, Google Ocean, berhasil menangkap gambaran dari satelit pemancar Google Earth berupa guratan-guratan tekstur di dasar laut. Guratan-guratan yang menjadi dasar perkiraan kota Atlantis tersebut merupakan guratan-guratan yang berada pada jarak 620 mil dari bagian pantai Barat Laut Afrika dekat dengan kepulauan Canary pada bagian dasar Samudera Atlantik.

Google Ocean merupakan temuan para ilmuan Mountain View (kota markas Google) yang kini mencoba mengeplorasi ke dalam laut. Bukan hanya laut, tetapi juga dasar lautnya. Format Peta dari Google Ocean ini, memungkinkan penggunanya untuk melihat-lihat isi lautan dengan tombol navigasi.

Tidak hanya itu, Google Ocean juga memiliki data-data penting seputar dasar laut, seperti; kondisi cuaca di sekitar laut tersebut, jenis koral yang hidup di dasar lautan itu, bangkai kapal terkenal yang ada di dasar lautan itu, dan tak ketinggalan arus lautan itu.

Berdasarkan gambar yang berhasil ditangkap satelit Google Ocean, tampak bentuk persegi panjang yang kira-kira berukuran sama dengan kota Wales, Inggris dan gambar tersebut diperkirakan sebuah fosil kota bawah laut. Hal ini juga tergambar pada alat eksplorasi seorang ahli aeronautical yang juga mengklaim bahwa gambar tersebut juga gambar sebuah kota. Guratan tersebut dapat kita temukan pada koordinat 31 15’15.53N 15’30.53W.

Pernyataan tersebut didukung oleh beberapa peneliti Atlantis karena koordinat tersebut sesuai dengan deskripsi yang dilakukan oleh Filsafat, Yunani, Plato. Menurut Plato kota tesebut tenggelam setelah para penduduknya gagal untuk menguasai Athena sekitar tahun 9000 SM.

Dr Charles Orser dari Universitas New York menyatakan bahwa penemuan yang memanfaatkan teknologi Google Earth ini sangat mengagumkan dan sebaiknya dilakukan penelitian lebih lanjut.

Bernie Bamford (38) dari Chester yang menemukan pola tersebut, kemudian membandingkannya dengan skema milik Milton Keynes, sebuah desain tata kota dari Buckinghamshire. Setelah membandingkan pola tersebut, Bernie mengatakan kalau pola itu merupakan buatan manusia.

Sejarah Atlantis sendiri telah menarik jutaan imajinasi manusia selama berabad-abad. Dan sebelum penemuan ini, ada yang memperkirakan kalau kota tersebut berada pada lepas pantai Siprus dan ada pula di bagian selatan Spanyol.

Menurut Plato, Atlantis merupakan sebuah pulau yang lebih besar dari Libya dan Asia yang dijadikan satu serta berada di depan Pilar Hercules – Selat Gibraltar. Atlantis merupakan negeri dengan kekayaan yang luar biasa, peradaban yang maju, serta keindahan yang lenyap oleh gempa bumi dan banjir 9000 tahun kemudian karena ketidak mampuan mereka untuk mengatasi global warming. (*/OL-02) Media Indonesia.com

2 komentar:

Anonim mengatakan...

wah,...kalo manusia sekarang ga bisa mencegah global warming..jangan2 banyak negara yang bernasib sama kayak atlantis ya..seyeeemmm..

Anonim mengatakan...

Waahhh kalo atlantis ketemu, aopa masih ada orangnya disana ya?? kaya di pelem pelem gitu,..??

Posting Komentar

 

Banner Teman

Bintang Tamu

Ngobrol Bareng


ShoutMix chat widget

HORSE PILOT © 2008 Business Ads Ready is Designed by Ipiet Supported by Tadpole's Notez